Jumat, 13 Juni 2014

CONTOH PENULISAN ILMIAH

              CONTOH PROPORSAL PENULISAN ILMIAH


 




http://dhiasitsme.files.wordpress.com/2010/10/logo_gunadarma.jpg




"Mencari Ruang Terbuka Hijau Di DKI Jakarta"


Nama : Fikri Wardana
Npm : 18111517
Kelas : 3KA22

UNIVERSITAS GUNADARMA
PTA 2013/2014

1. PENDAHULUAN

          1.1 Latar Belakang Masalah
    Kesehatan merupakan hal yang sangat diinginkan oleh setiap orang. Banyak cara yang dilakukan oleh setiap orang demi mendapatkan kesehatan. Salah satu caranya adalah dengan berolahraga. Dengan berolahraga secara rutin dapat memperkecil resiko terserang penyakit. Tetapi di kota besar seperti Jakarta, ruang terbuka hijau merupakan hal yang cukup sulit ditemukan. Karena perkembangan zaman yang terjadi banyak gedung-gedung berdiri kokoh. Oleh karena itu ruang terbuka hijau menjadi hal yang langka.
     Saat ini luas wilayah yang menjadi ruang terbuka hijau di Jakarta hingga saat ini belum mencapai persentase yang disyaratkan Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Tata Ruang yaitu 30%. Oleh karena itu ruang terbuka hijau menjadi hal yang langka di Jakarta. Untuk  mencari ruang terbuka hijau di Jakarta masyarakat hanya mengandalkan informasi yang ada di sekitarnya. Rata-rata masyarakat hanya mengetahui lokasi ruang terbuka hijau yang berada di dekat lingkungan perumahannya saja. Sedangkan lokasi yang jauh dari lokasi perumahan masyarakat tidak diketahui.
     Dengan kemajuan tekhnologi di jaman sekarang ini informasi tentang ruang terbuka hijau bisa dengan mudah didapat. Informasi ruang terbuka hijau bisa didapat memalui banyak media. Smartphone merupakan salah satu media yang paling banyak dimiliki oleh setiap orang.
     Dengan latar belakang tersebut penulis ingin membuat aplikasi ruang terbuka hijau berbasis android menggunakan aplikasi eclise sehingga masyarakat mendapat informasi tentang ruang terbuka hijau yang ada di Jakarta. Agar dapat membantu orang-orang yang ingin mengetahui tentang lokasi dan informasi ruang terbuka hijau.
    
1.2. BATASAN MASALAH
     Batasan masalah dalam Penulisan Ilmiah ini adalah pembuatan aplikasi Ruang Terbuka Hijau di Jakarta dengan menggunakan aplikasi eclipse. Dimana dalam aplikasi ini menampilkan lokasi ruang terbuka hijau yang ada di Jakarta, menampilkan sarana dan prasarana yang terdapat di ruang terbuka hijau dan bagaimana sarana untuk akses ke lokasi ruang terbuka hijau.

1.3. TUJUAN PENULISAN
   Tujuan penulisan ilmiah ini adalah membuat aplikasi ruang terbuka hijau berbasis android menggunakan eclipse yang dapat membantu para pengguna aplikasi andorid dalam mencari informasi dan lokasi ruang terbuka hijau yang ada di Jakarta.

1.4 METODE PENULISAN
   Dalam menyusun penulisan ilmiah ini informasi didapat dengan melalui survei ke lokasi dan juga melalui internet untuk menambah informasi dari tema yang diambil.

1.5 SISTEMATIKA PENULISAN
     Dalam sistematika penulisan penulis membagi menjadi empat bab untuk memperjelas dan mempermudah dalam proses penulisan yaitu sebagai berikut
Bab I     : Pendahuluan
Bab ini berisikan latar belakang, batasan masalah, tujuan penulisan, metode penulisan, dan sistematika penulisan.
Bab II    : Tinjauan Pustaka
Menjelaskan teori tentang konsep aplikasi android mencari ruang terbuka hijau di Jakarta.

Bab III  : Pemabahasan
Menjelaskan tentang langkah-langkah pembuatan aplikasi, mulai merancang, proses pembuatan dan implementasi.
Bab IV  : Kesimpulan
Pada bab ini menyimpulkan hasil yang telah dibuat dalam penulisan ini dan memberikan saran guna menunjang kesempurnaan pembuatan aplikasi  android dalam penulisan ini.

                                                                2. LANDASAN TEORI
2.1 G I S (Geographic Information System)
     Sistem Informasi Geografis adalah sistem informasi khusus yang mengelola data yang memiliki informasi spasial (bereferensi keruangan). Atau dalam arti yang lebih sempit, adalah sistem komputer yang memiliki kemampuan untuk membangun, menyimpan, mengelola dan menampilkan informasi berefrensi geografis, misalnya data yang diidentifikasi menurut lokasinya, dalam sebuah database. Para praktisi juga memasukkan orang yang membangun dan mengoperasikannya dan data sebagai bagian dari sistem ini.
    Teknologi Sistem Informasi Geografis dapat digunakan untuk investigasi ilmiah, pengelolaan sumber daya, perencanaan pembangunan, kartografi dan perencanaan rute. Misalnya, SIG bisa membantu perencana untuk secara cepat menghitung waktu tanggap darurat saat terjadi bencana alam, atau SIG dapat digunaan untuk mencari lahan basah yang membutuhkan perlindungan dari polusi.

2.2. Ilmu Komputer
Secara umum, ilmu komputer diartikan sebagai ilmu yang mempelajari baik tentang komputasi, perangkat keras maupun perangkat lunak. Ilmu komputer mencakup beragam topic yang berkaitan dengan komputer, mulai dari analisis abstrak algoritma sampai subyek yang lebih konkret seperti bahasa pemrograman, perangkat lunak, termasuk perangkat keras. Sebagai suatu disiplin ilmu, ilmu komputer lebih menekankan pada pemrograman komputer, dan rekayasa perangkat lunak, sementara teknik komputer lebih cenderung berkaitan dengan hal-hal seperti perangkat keras komputer.
Ilmu Komputer mempelajari apa yang bisa dilakukan oleh beberapa program, dan apa yang tidak (komputabilitas dan intelegensia buatan), bagaimana program itu harus mengevaluasi suatu hasil (algoritma), bagaimana program harus menyimpan dan mengambil bit tertentu dari suatu informasi (struktur data), dan bagaimana program dan pengguna berkomunikasi (antarmuka pengguna dan bahasa pemrograman). Ilmu komputer berakar dari elektronika, matematika dan linguistik.

2.3. Java
Java adalah bahasa berorientasi objek yang dapat digunakan untuk pengembangan aplikasi mandiri, aplikasi berbasis internet, serta aplikasi untuk perangkat-perangkat cerdas yang dapat berkomunikasi lewat internet atau jaringan komunikasi. Dalam Java ada 2 (dua) jenis program berbeda, yaitu aplikasi dan applet. Aplikasi adalah program yang biasanya disimpan dan dieksekusi dari komputer lokal sedangkan applet adalah program yang biasanya disimpan pada komputer yang jauh, yang dikoneksikan pemakai lewat web browser.
Java bukan turunan langsung dari bahasa pemrograman manapun. OOP (Object Oriented Programming) adalah cara yang ampuh dalam pengorganisasian dan pengembangan perangkat lunak.
Fitur-fitur penting dalam Java:


·         Sederhana                        
·         Berorientasi objek


·         Statically typed
·         Dikompilasi
·         Independen terhadap platform
·         Multithreading


·         Didukung garbage collector


             2.4.   Eclipse IDE(Integrated Development Environment)
Integrated Development Environment (IDE) adalah program komputer yang memiliki beberapa fasilitas yang diperlukan dalam pembangunan perangkat lunak. Tujuan dari IDE adalah untuk menyediakan semua utilitas yang diperlukan dalam membangun perangkat lunak.

2.6. XML
XML (Extensible Markup Language) menggunakan elemen yang ditandai dengan tag pembuka (diawali dengan ‘<’ dan diakhiri dengan ‘>’), tag penutup (diawali dengan ‘<’ diakhiri ‘>’) dan atribut elemen (parameter yang dinyatakan dalam tag pembuka misal <form name=”isidata”>). Hanya bedanya, HTML medefinisikan dari awal tag dan atribut yang dipakai didalamnya, sedangkan pada XML dapat menggunakan tag dan atribut sesuai kebutuhan.      

                                        3. DAFTAR PUSTAKA

 http://wartawarga.gunadarma.ac.id
 http://newtraquinns.wordpress.com/2013/01/25/contoh-laporan-penelitian-ilmiah/


Jumat, 02 Mei 2014

METODE ILMIAH

METODE ILMIAH


A. DEFINISI METODE ILMIAH
Metode merupakan prosedur atau cara seseorang dalam melakukan suatu kegiatan untuk mempermudah memecahkan masalah secara teratur, sistematis, dan terkontrol. Ilmiah adalah sesuatu keilmuan untuk mendapatkan pengetahuan secara alami berdasarkan bukti fisis. Jadi, bila kita menjabarkan lebih luas dari metode ilmiah adalah suatu proses atau cara keilmuan dalam melakukan proses ilmiah (science project) untuk memperoleh pengetahuan secara sistematis berdasarkan bukti fisis. Cara untuk memperoleh pengetahuan atau kebenaran pada metode ilmiah haruslah diatur oleh pertimbangan-pertimbangan yang logis (McCleary, 1998). Ilmu pengetahuan seringkali berhubungan dengan fakta, maka cara mendapatkannya, jawaban-jawaban dari semua pertanyaan yang ada pun harus secara sistematis berdasarkan fakta-fakta
yang ada. Hubungan antara penelitian dan metode ilmiah adalah sangat erat atau bahkan
tak terpisahkan satu dengan lainnya. Intinya bahwa metode ilmiah adalah cara menerapkan prinsip-prinsip logis terhadap penemuan, pengesahan dan penjelasan kebenaran. Dengan adanya metode ilmiah ini pertanyaan-pertanyaan dasar dalam mencari kebenaran seperti apakah yang
dimaksud, apakah benar demikian, mengapa begini/begitu, seberapa jauh, bagaimana hal tersebut terjadi dan sebagainya, akan lebih mudah terjawab.

B. SIKAP ILMIAH
1.      Rasa Ingin Tahu
Rasa ingin tahu merupakan awal atau sebagai dasar untuk melakukan penelitian-penelitian demi mendapatkan sesuatu yang baru.
2.      Jujur Dalam melakukan penelitian
Seorang sainstis harus bersikap jujur, artinya selalu menerima kenyataan dari hasil penelitiannya dan tidak mengada-ada serta tidak boleh mengubah data hasil penelitiannya.
3.      Tekun
Tekun berarti tidak mudah putus asa. Dalam melakukan penelitian terhadap suatu masalah tidak boleh mudah putus asa. Seringkali dalam membuktikan suatu masalah, penelitian harus diulang-ulang untuk mendapatkan data yang akurat. Dengan data yang akurat maka kesimpulan yang didapat juga lebih akurat.
4. Teliti
Teliti artinya bertindak hati-hati, tidak ceroboh. Dengan tindakan yang teliti dalam melakukan penelitian, akan mengurangi kesalahan-kesalahan sehingga menghasilkan data yang baik.
5. Objektif
Objektif artinya sesuai dengan fakta yang ada. Artinya, hasil penelitian tidak boleh dipengaruhi perasaan pribadi. Semua yang dikemukakan harus berdasarkan fakta yang diperoleh. Sikap objektif didukung dengan sikap terbuka artinya mau menerima pendapat yang benar dari orang lain.
6. Terbuka Menerima Pendapat Yang Benar
Artinya bahwa kita tidak boleh mengklaim diri kita yang paling benar atau paling hebat. Kalau ada pendapat lain yang lebih benar/tepat, kita harus menerimanya.

C. KEGUNAAN METODE ILMIAH
Dengan adanya sikap dan metode ilmiah akan menghasilkan penemuan-penemuan yang berkualitas tinggi dan dapat membantu meningkatkan kesejahteraan manusia. Beberapa kegunaan metode ilmiah dalam kehidupan manusia antara lain :
1.      Membantu memecahkan
permasalahan dengan penalaran dan pembuktian yang memuaskan.
2.      Menguji hasil penelitian orang lain sehingga diperoleh kebenaran yang
objektif.
3.      Memecahkan atau menemukan
jawaban rahasia alam yang sebelumnya masih teka teki.



D. KRITERIA METODE ILMIAH
Supaya suatu metode yang digunakan dalam penelitian disebut metode ilmiah, maka metode tersebut harus mempunyai kriteria sebagai berikut:
1.      Berdasarkan Fakta
Keterangan-keterangan yang ingin diperoleh dalam penelitian, baik yang akan dikumpulkan dan yang dianalisa haruslah berdasarkan fakta-fakta yang nyata. Janganlah penemuan atau pembuktian didasar-kan pada daya khayal, kira-kira, legenda-legenda atau kegiatan sejenis.
2.      Bebas dari Prasangka
Metode ilmiah harus mempunyai sifat bebas prasangka, bersih dan jauh dari pertimbangan subjektif. Menggunakan suatu fakta haruslah dengan alasan dan bukti yang lengkap dan dengan pembuktian yang objektif. Apabila hasil dari suatu penelitian, misalnya, menunjukan bahwa ada ketidaksesuaian dengan hipotesis, maka kesimpulan yang diambil haruslah merujuk kepada hasil tersebut, meskipun katakanlah, hal tersebut tidak disukai oleh pihak pemberi dana.
3.      Menggunakan Prinsip Analisa
Dalam memahami serta memberi artiterhadap fenomena yang kompleks, harus digunakan prinsip analisa. Semua masalah harus dicari sebab-musabab serta pemecahannya dengan menggunakan analisa yang logis, Fakta yang mendukung tidaklah dibiarkan sebagaimana adanya atau hanya dibuat deskripsinya saja. Tetapi semua kejadian harus dicari sebab-akibat dengan menggunakan analisa yang tajam.
4.      Menggunakan Hipotesa
Dalam metode ilmiah, peneliti harus dituntun dalam proses berpikir dengan menggunakan analisa. Hipotesa harus ada untuk mengonggokkan persoalan serta memadu jalan pikiran ke arah tujuan yang ingin dicapai sehingga hasil yang ingin diperoleh akan mengenai sasaran dengan tepat. Hipotesa merupakan pegangan yang khas dalam menuntun jalan pikiran peneliti.

5.      Menggunakan Ukuran Obyektif Seorang peneliti harus selalu bersikap objektif dalam mencari kebenaran. Semua data dan fakta yang tersaji harus disajikan dan dianalisis secara objektif. Pertimbangan dan penarikan kesimpulan harus menggunakan pikiran yang jernih dan tidak berdasarkan perasaan.
6.      Menggunakan Teknik Kuantifikasi
Dalam memperlakukan data ukuran kuantitatif yang lazim harus digunakan, kecuali untuk artibut-artibut yang tidak dapat dikuantifikasikan Ukuran-ukuran seperti ton, mm, per detik, ohm, kilogram, dan sebagainya harus selalu digunakan Jauhi ukuran-ukuran seperti: sejauh mata memandang, sehitam aspal, sejauh sebatang rokok, dan sebagai¬nya Kuantifikasi yang termudah adalah dengan menggunakan ukuran nominal, ranking dan rating.

E. LANGKAH – LANGKAH METODE ILMIAH
1.      Karakterisasi (Observasi dan Pengukuran)
Metode ilmiah bergantung pada karakterisasi yang cermat atas subjek investigasi. Dalam proses karakterisasi, ilmuwan mengidentifikasi sifat-sifat utama yang relevan yang dimiliki oleh subjek
yang diteliti. Selain itu, proses ini juga dapat melibatkan proses penentuan (definisi) dan observasi; observasi yang dimaksud seringkali memerlukan pengukuran dan/atau perhitungan yang cermat. Proses pengukuran dapat dilakukan dalam suatu tempat yang terkontrol, seperti laboratorium, atau dilakukan terhadap objek yang tidak dapat diakses atau dimanipulasi seperti bintang atau populasi manusia. Proses pengukuran sering memerlukan peralatan ilmiah khusus seperti termometer, spektroskop, atau voltmeter, dan kemajuan suatu bidang ilmu biasanya berkaitan erat dengan penemuan peralatan semacam itu. Hasil pengukuran secara ilmiah biasanya ditabulasikan dalam tabel, digambarkan dalam bentuk grafik, atau dipetakan, dan diproses dengan perhitungan statistika seperti korelasi dan regresi. Pengukuran dalam karya ilmiah biasanya juga disertai dengan estimasi ketidakpastian hasil pengukuran tersebut. Ketidakpastian tersebut sering diestimasikan dengan melakukan pengukuran berulang atas kuantitas yang diukur.
2.      Hipotesis
Hipotesis merupakan suatu ide atau dugaan sementara tentang penyelesaian masalah yang diajukan dalam proyek ilmiah. Hipotesis yang berguna akan memungkinkan prediksi berdasarkan deduksi. Prediksi tersebut mungkin meramalkan hasil suatu eksperimen
dalam laboratorium atau observasi suatu fenomena di alam. Prediksi tersebut dapat pula bersifat
statistik dan hanya berupa probabilitas. Hasil yang diramalkan oleh prediksi
tersebut haruslah belum diketahui kebenarannya (apakah benar-benar akan terjadi atau tidak). Hanya dengan demikianlah maka terjadinya hasiltersebut menambah probabilitas bahwa hipotesis yang dibuat sebelumnya adalah benar. Jika hasil yang diramalkan sudah diketahui, hal itu disebut konsekuensi dan seharusnya sudah diperhitungkan saat membuat hipotesis. Jika prediksi tersebut tidak dapat diobservasi, hipotesis yang mendasari prediksi tersebut belumlah berguna bagi metode bersangkutan dan harus menunggu metode yang mungkin akan datang. Sebagai contoh, teknologi atau teori baru boleh jadi memungkinkan eksperimen untuk dapat dilakukan. Yang perlu diingat, jika menurut hasil pengujian ternyata hipotesis tidak benar bukan
berarti penelitian yang dilakukan salah.

3.      Melakukan Eksperimen
Eksperimen dirancang dan dilakukan untuk menguji hipotesis yang diajukan. Perhitungkan semua variabel, yaitu semua yang berpengaruh pada eksperimen. Hasil eksperimen tidak pernah dapat membenarkan suatu hipotesis, melainkan meningkatkan probabilitas kebenaran hipotesis tersebut. Hasil eksperimen secara mutlak bisa menyalahkan suatu hipotesis bila hasil eksperimen tersebut bertentangan dengan prediksi dari hipotesis. Bergantung pada prediksi yang dibuat, berupa-rupa eksperimen dapat dilakukan. Pencatatan yang detail sangatlah penting dalam eksperimen, untuk membantu dalam pelaporan hasil eksperimen dan memberikan bukti
efektivitas dan keutuhan prosedur yang dilakukan. Pencatatan juga akan membantu dalam reproduksi eksperimen.
Ada tiga jenis variabel yang perlu diperhatikan pada eksperimen: variabel bebas, variabel terikat, dan variabel kontrol.
·         Varibel bebas merupakan variabel yang dapat diubah secara bebas.
·         Variabel terikat adalah variabel yang diteliti, yang perubahannya bergantung pada variabel bebas.
·         Variabel kontrol adalah variabel yang selama eksperimen dipertahankan tetap.

4. Menyimpulkan hasil eksperimen
Proses ilmiah merupakan suatu proses yang iteratif, yaitu berulang. Pada langkah yang manapun, seorang ilmuwan mungkin saja mengulangi langkah yang lebih awal karena pertimbangan tertentu. Ketidakberhasilan untuk membentuk hipotesis yang menarik dapat membuat ilmuwan mempertimbangkan ulang subjek yang sedang dipelajari. Ketidakberhasilan suatu hipotesis dalam menghasilkan prediksi yang menarik dan teruji dapat membuat ilmuwan mempertimbangkan kembali hipotesis tersebut atau definisi subjek penelitian. Ketidakberhasilan eksperimen dalam menghasilkan sesuatu yang menarik dapat membuat ilmuwan mempertimbangkan ulang metode eksperimen tersebut, hipotesis yang mendasarinya, atau bahkan definisi subjek penelitian itu. Dapat pula ilmuwan lain memulai penelitian mereka sendiri
dan memasuki proses tersebut pada tahap yang manapun. Mereka dapat mengadopsi karakterisasi yang telah dilakukan dan membentuk hipotesis mereka sendiri, atau mengadopsi hipotesis yang telah dibuat dan mendeduksikan prediksi mereka sendiri. Sering kali eksperimen dalam proses ilmiah tidak dilakukan oleh orang yang membuat prediksi, dan karakterisasi didasarkan pada eksperimen yang dilakukan oleh orang lain. Jika hasil eksperimen tidak sesuai
dengan hipotesis :
a. Jangan ubah hipotesis
b. Jangan abaikan hasil eksperimen
c. Berikan alasan yang masuk akal mengapa tidak sesuai
d. Berikan cara-cara yang mungkin dilakukan selanjutnya untuk menemukan penyebab ketidaksesuaian
e. Bila cukup waktu lakukan eksperimen sekali lagi atau susun ulang e/ksperimen
.

DAFTAR PUSTAKA
http://hadi27.wordpress.com/metode-ilmiah-dan-langkah-langkahnya/
https://www.facebook.com/permalink.php?id=380746885301057&story_fbid=420460174663061
Bottom of Form


Rabu, 02 April 2014

DAFTAR PUSTAKA

DAFTAR PUSTAKA

Pengertian Daftar Pustaka
images.jpg           
            Daftar Pustaka yaitu suatu daftar yang berisi semua sumber bacaan yang digunakan sebagai bahan acuan dalam penulisan karya ilmiah seperti Makalah, Skripsi, Tugas Akhir, Laporan, Thesis,dan penelitian. Pemilihan daftar pustaka ini harus benar-benar sesuai dengan pokok permasalahan yang dibahas dalam makalah. Mahasiswa, Dosen, Siswa tidak boleh mencantumkan nama/judul buku, artikel/jurnal serta dokumen lainnya baik cetak maupun internet yang tidak terdapat dalam daftar pustaka ini.
Mengingat arti Penting dari bagian karya ilmiah yang satu ini, maka mahasiswa, dosen,siswa maupun masyarakat umum lainnya perlu mengetahui Cara dan Teknik Penulisan Daftar Pustaka yang baik dan benar. 
Ada beberapa komponen dalam Teknik Penulisan Daftar Pustaka yaitu :
§  Nama penulis dan nama keluarga (jika ada)
§  Ditempatkannya didepan nama kecil
§  Tahun Penerbitan
§  Judul Buku
§  Tempat Penerbitan
§  Nama Penerbit

penulisan+daftar+pustaka.jpg
Cara Menuliskan Daftar Pustaka yang Benar dan Contohnya 

Cara Penulisan Daftar Pustaka yang benar_thumb[2].jpg

1. Penyusunan urutan daftar pustaka menurut alfabet yang dengan berturut-turut dari atas ke bawah, tanpa memakai angka ( , 2, 3, dan sebagainya ) Cara Menuliskan Daftar Pustaka yang Benar dan Contohnya 

2. dalam penulisan daftar pustaka butuh di perhatikan banyak hal di bawah ini : 
menulis nama pengarang ( nama pengarang sisi belakang terlebih dulu ditulis, lantas diikuti dengan nama depan ) 
catat tahun terbit buku, sesudah itu diberi sinyal titik (. ) 
catat tahun terbit buku memberikan garis bawah atau cetak miring. sesudah judul buku lantas diberikan sinyal titik (. ) 
catat kota terbit serta nama penerbitnya. pada ke-2 sisi tersebut diberi sinyal titik dua ( : ), setelah nama penerbit diberikan sinyal titik (. ) 

3. apabila dapat dipakai dua sumber pustaka atau lebih dengan pengarang yang sama, maka sumber dirilis dari buku yang terlebih dulu terbit, lantas diikuti dengan buku yang baru terbit. pada ke-2 sumber pustaka itu dibubuhkan sinyal garis panjang. 

4. apabila daftar pustaka datang dari sumber internet, maka bisa ditulis layaknya yang dianjurkan oleh sophia ( 2002 ), di mana komponen bibliografi online tersebut ditulis seperti berikut : 
nama pengarang 
tanggal revisi terakhhir 
judul makalah 
media yang memuat 
url yang terdiri dari protocol/situs/path/file 
tanggal akses
 

5. penulisan daftar pustaka dalam pengambilan data dari buku, pertama ; penulisan nama untuk awal memakai huruf besar terlebih dulu sesudah nama belakang ditulis beri ( sinyal koma ), diawali dari nama belakang lantas beri ( sinyal koma ) serta dilanjutkan dengan nama depan, ke-2 ; tahun pembuatan atau penerbitan buku, ketiga ; judul bukunya ingat ditulis unakan huruf miring sesudah judul pakai ( sinyal titik ), keempat ; area diterbitkannya sesudah area penerbitan pakai ( sinyal titik dua ), serta kelima ; penerbit buku tersebut diakhiri dengan ( sinyal titik ). layaknya perumpamaan di bawah ini : 
peranginangin, kasiman ( 2006 ). aplikasi situs dengan php serta mysql. yogyakarta : penerbit andi offset. 
soekirno, harimurti ( 2005 ). langkah gampang menginstall situs server berbasis windows server 2003. jakarta : elex media komputindo. 

6. penulisan daftar pustaka yang kian lebih satu/dua orang penulis dalam buku yang sama. pertama catat nama belakang dari penulis yang pertama sesudah nama belakang beri ( sinyal koma ) lantas catat nama depan bila nama depan berbentuk singkatan catat saja singkatan itu sesudah nama pertama selesai beri ( sinyal titik ) lantas beri ( sinyal koma ) untuk nama ke-2 / ketiga ditulis sama layaknya nama sali alis tak ada pergantian, yang beralih penulisannya cuma orang pertama namun orang ke-2 serta ketiga terus. sesudah penulisan nama ke-2 selesai, nah bila tiga penulis pakai sinyal serta ( & ) pada nama paling akhir begitupula bila penulisnya cuma dua orang saja, sesudah penulisan nama selesai, ke-2 ; tahun pembuatan atau cetakan buku tersebut dengan dimulai sinyal kurung buka serta kurung tutup/ ( ) sesudah itu beri ( sinyal titik ). ketiga ; judul buku atau karangan sesudah itu beri ( sinyal koma ) serta ditulis dengan huruf miring ok. keempat ; yakni penulisan area penerbitan/cetakan sesudah itu beri ( sinyal titik dua : ) serta paling akhir kelima ; nama perusahaan penerbit buku atau catatan tersebut serta diakhiri ( sinyal titik ) ok. untuk gelar akademik tidak ditulis dalam penulisan daftar pustaka. nah ini perumpamaannya layaknya di bawah ini : 

suteja, b. r., sarapung, j. a, & handaya, w. b. t. ( 2008 ). memasuki dunia e-learning, bandung : penerbit informatika. 
whitten, j. l., bentley, l. d., dittman, k. c. ( 2004 ). systems analysis and design methods. indianapolis : mcgraw-hill education.

SUMBER :
https://www.google.com/search?q=pengertian+daftar+pustaka
http://www.gundar.agarirs.com/2013/01/pengertian-cara-membuat-dan-contoh.html
http://www.kampus-info.com/2012/08/pengertian-daftar-pustaka.html

http://dollarbieaday.blogspot.com/2014/01/cara-menuliskan-daftar-pustaka-yang.html

Selasa, 26 November 2013

Karangan Bebas

TUGAS BAHASA INDONESIA
MEMBUAT KARANGAN BEBAS

    Saya ingin bercerita tentang masa-masa saat di sekolah. Banyak orang bilang kalau masa-masa di sekolah adalah masa yang terindah. Pertemanan, persahabatan bahkan percintaan ada pada masa-masa di sekolah. Kecerian, kebahagiaan, kesedihan merupakan salah satu ekspresi yang ada pada masa-masa di sekolah. Setiap orang selalu ingin kembali ke masa-masa di sekolah saat mereka sudah lulus dari sekolah. Karena setiap kejadian yang terjadi di sekolah bisa menjadi kenangan yang sangat berharga.
    Saat kita berada pertama kali di jenjang pendidikan yaitu SD, mungkin kita tidak terlalu banyak memiliki kenangan yang luar biasa. Karena saat SD perilaku atau sifat seorang anak masih polos. Saat SD hanya terdapat keceriaan disana, karena saat SD adalah masa dimana kita selalu aktif. Baik buruk sifat kita pada masa-masa SD merupakan hal wajar. Karena saat itu kita hanyalah seorang anak kecil yang didalam pikirannya hanya bermain. Kita tidak memikirkan hal lain selain belajar dan bermain.
   Ekspresi kebahagiaan yang terukir di wajah seorang anak adalah yang terbaik. Kita pun akan senang bila melihat seorang anak yang memiliki kebahagiaan di muka nya. Kebahagiaan yang tidak ada unsur kebongongan di dalamnya. Tetapi saat SD juga banyak anak-anak yang memiliki sifat yang tidak baik. Mungkin karena pergaulan yang tidak tepat di lingkungan. Jika saat SD saja sudah memiliki sifat yang tidak baik maka bagaimana sifat mereka di masa depan kelak?? "Siapa yang bertanggung jawab akan sifat anak-anak??" Mungkin itu pertanyaan yang akan muncul bila seorang anak memiliki sifat yang tidak baik.
   Saya juga ingin menceritakan masa-masa saat saya di sekolah. Saat masi duduk di bangku SD saya tidak memiliki banyak teman karena saya memiliki sifat pemalu. Meskipun begitu saya tetap berusaha untuk berteman dengan semuanya. Tetapi saat pertama kali masuk sekolah, saya sedikit iri dengan teman-teman saya. Karena setiap siswa dkelas saya ditemani oleh orang tua mereka. Mereka di antar saat pergi ke sekolah, dijemput saat pulang sekolah. Sedangkan saya tidak, karena orang tua saya bekerja. Oleh karena itu saya selalu sendiri, walaupun saya mempunyai kakak tapi dia tidak mau bersama saya saat pergi ataupun pulang sekolah. Meskipun begitu itu tidak menjadi masalah bagi saya karena saya sudah memiliki banyak teman dalam beberapa bulan.
    Belajar, bermain, berteman itu yang saya lakukan saat masih duduk di sekolah dasar. Di sekolah orang tua saya memiliki seorang kenalan guru, orang tua saya mempercayakan saya kepada beliau. Kelakuan dan nilai saya di pantau oleh beliau saat saya di sekolah. Memang sedikit risih bila ada yang mengontrol seperti itu, tetapi apa boleh buat saya harus menerima itu semua.
    Hari demi hari berlalu, tidak terasa sudah mulai memasuki ujian. Orang tua saya mengharapkan saya untuk bisa menjadi ranking 1 di kelas. Karena kakak saya merupakan murid yang pintar. Dia selalu menjadi ranking pertama di kelas. Saya berusaha untuk menjadi ranking 1 di kelas tetapi apa daya saya tidak bisa melakukan itu. Orang tua saya tidak tahu, betapa keras saya berusaha agar saya bisa menjadi ranking 1 tetapi mereka hanya melihat ke arah kakak saya yang selalu mendapat ranking 1. Tetapi itu semua tidak masalah bagi saya. Saya tidak mempermasalahkan saya diakui atau tidak disini. Saya hanya menjadi diri saya sendiri.
    Setelah 2 tahun tepatnya saat akan menaiki kelas 3 SD, orang tua saya memutuskan untuk pindah rumah ke tempat nenek saya. Karena nenek saya saat itu tinggal sendirian dan beliau sering sakit-sakitan. Maka dari itu orang tua saya memutuskan untuk pindah rumah ke tempat nenek saya. Sebenarnya cukup berat bagi saya untuk pindah, karena saya sudah memiliki banyak teman disini. Saya berpikir jika saya pindah apakah saya bisa mendapatkan banyak teman? Keputusan sudah bulat, keluarga saya memutuskan pindah.
    Walaupun ini bukan perpisahan selamanya, tetapi mungkin saya tidak bisa menemukan teman seperti yang ada disini. Tetapi saya tidak menyesal atau menyalahkan orang tua saya karena harus berpisah dengan teman-teman saya. Di sekolah saya yang baru saya juga tidak memiliki banyak teman. Mungkin karena sifat saya yang pemalu maka saya sulit mendapatkan teman.
    Sampai beberapa minggu di sekolah saya hanya sedikit memiliki teman. Tetapi pada akhirnya saya memiliki cukup banyak teman. Walaupun hanya 1 kelas yang saya kenal, tidak dengan kelas lain. Canda, tawa dan bahagia pun tercipta seiring berjalannya waktu. Saya sangat senang karena biar merasakan kebahagiaan di sekolah saya yang baru. Pada awalnya saya sempat berpikir tidak akan memiliki banyak kebahagiaan disini, tetapi itu semua salah.
   Akhirnya hari kelulusan SD pun tiba dan kami semua memilih SMP yang berbeda-beda. Tetapi ada juga yang memilih SMP yang sama. Kebetulan saya bersama dengan beberapa teman saya berada di SMP yang sama meski di kelas yang berbeda. MOS atau Masa Orientasi Sekolah merupakan masa yang paling menyebalkan bagi saya. Karena saat itu para senior menyuruh kita melakukan hal-hal yang menjengkelkan atau menyebalkan.
    Saya juga menjadi salah satu korban kejahilan para senior saya, tetapi ya sudahlah. Saat masa-masa di SMP tidak jauh dengan masa-masa di SD. Tetapi saat di SMP banyak hal yang belum saya ketahui. Ini merupakan pengalaman yang berharga bagi saya, karena banyak hal baru yang saya temukan disini. Saat di kelas saya tidak menyangka bisa menjadi ranking pertama. Karena itulah saya mulai memiliki cukup banyak teman.
    Banyak teman saya yang meminta saya mengajarkan mereka jika ada pelajaran yang mereka tidak tahu. Dengan senang hati saya mengajarkan kepada mereka, karena disisi lain saya bisa berteman dengan mereka. Setelah beberapa lama di sekolah saya baru menyadari ternyata banyak cinta yang tersebar di sekolah. Karena semua siswa sudah beranjak remaja maka semua itu mulai muncul, tetapi saya belum merasakan itu.
    Tidak terasa waktu berlalu saat kami semua sudah mulai lulus SMP. Akhirnya kami berpisah untuk menuju SMA yang kami pilih. Saat SMA tidak jauh dengan saat SMP. Di SMA juga terdapat MOS atau Masa Orientasi Sekolah. Seperti acara tahunan, para senior selalu menyuruh melakukan, membawa hal-hal yang aneh. Kita para junior hanya menuruti saja. Tetapi saat di SMA sudah banyak siswa yang membawa kendaraan bermotor sendiri, contohnya motor dan mobil.

    Di SMA merupakan saat kenangan paling mengesankan terjadi. Entah mengapa, banyak orang yang mengatakan kalau masa SMA merupakan masa-masa yang paling indah. Saya tidak mengetahui alasannya, tetapi saya setuju dengan pernyataan tersebut. Sampai saat lulus dari  SMA banyak dari orang yang ingin kembali untuk masa-masa di sekolah. Itu membuktikan kalau sekolah adalah masa-masa yang paling indah.

Sabtu, 08 Juni 2013

UANG, BANK, DAN PENCIPTAAN UANG

                             Uang, Bank, dan Penciptaan Uang


1. Pengertian

Uang bukan berarti kertas segi panjang yang ada nilai nominalnya atau koin yang ada nominalnya seperti yang orang lain katakana pada umumnya, namun definisi sebenarnya dari uang adalah “alat tukar”. Benda apapun yang bisa dijadikan sebagai alat tukar dinamakan uang. Kemudian untuk apa uang tersebut ada ? sebagai alat tukar adalah fungsi paling umum dari uang itu sendiri, sehingga memudahkan untuk bertransaksi dan efisien. Sebagai alat tukar juga fungsi lain dari uang.
Dalam kehidupan ekonomi modern uang dikemas dalam bentuk yang dapat disimpan pada mesin elektronik, dan setiap lembarnya mempunyai nominal untuk membedakan grade masing – masing uang itu sendiri. Fungsi dari nominal tersebut untuk lebih efisien, karena dalam transaksi yang tinggi nilainya jika uang tidak ada nominalnya maka kita akan bertransaksi dengan memberikan berlembar – lembar uang sesuai dengan nilai dari barang tersebut, bayangkan jika 1 lembar pangkas rata sebesar 1000 (misalnya) kemudian seseorang melakukan transaksi yang bernilai 1 juta misalnya, jika semua lembar nilainya 1000 maka orang tersebut harus menyerahkan 1000 lembar uang. Beda ceritanya jika ada nominalnya, missal ada yang 1lembarnya bernilai 100.000 maka untuk menyelesaikan transaksi yang nilainya satu juta hanya perlu mengeluarkan 10 lembar uang dengan nilai seratus ribu.
Fungsi lain adalah untuk mengukur kemakmuran masing – masing orang, karena semakin banyak uang yang mereka miliki maka semain banyak pula barang / jasa yang dapat beli guna mencukupi kebutuhannya. Uang juga efisien untuk dibawa kemana – mana karena ukurannya yang kecil dan dapat dilipat sesuai kebutuhan kita.
Jenis uang dapat dibedakan menjadi 2, yaitu :

·         Uang Kartal
Alat tukar yang resmi dan selalu dipakai dalam transaksi sehari hari, yang menciptakan uang kartal di Indonesia adalah Bank Indonesia. Contohnya uang kertas dan logam.

·         Uang Giral
Bentuk lain dari uang kartal yang nilainya sesuai dengan yang ditulis oleh yang bersangkutan, uang giral diciptakan oleh bank umum selain bank Indonesia. Contohnya adalah giro, cek, dll.
Bank itu apa ? arti kasar dari bank adalah tempat penyimpanan uang. Namun arti resminya adalah sebuah lembaga intermediasi keuangan yang memiliki kewenangan menyimpan, meminjamkan, menukar uang. Bank dibedakan menjadi 2 yaitu :

·         Bank Central : Bank Indonesia
·         Bank Umum : Bank umum lainnya
Kemudian bagaimana uang tersebut di ciptakan ? apakah semua orang dapat menciptakan uang ? Pada umumnya setiap Negara memiliki bank resmi yang berfungsi untuk menciptakan uang(bank Indonesia contohnya), dan hanya bank tersebut yang bisa menciptakan, bank lain hanya berfungsi menyalurkan dan menyimpan uang. Mengapa demikian ? agar peredaran uang dalam Negara tersebut dapat dikendalikan sesuai dengan kondisi normalnya.
Dalam pentiptaan uang itu sendiri terdapat 3 cara, yaitu :

·         Mencetak mata uang kertas dan logam
·         Pengadaan utang dan pinjaman
·         Beragam kebijakan pemerintah (pelonggaran kuantitatif)
Mengatur produksi, pengeluaran, dan penarikan uang biasa disebut sebagai kebijakan moneter. Tujuan dari kebijakan tersebut sebenarnya adalah untuk mencapai keseimbangan internal (pertumbuhan ekonomi yang tinggi stabilitas harga, pemerataan pembangunan) dan keseimbangan eksternal (keseimbangan neraca pembayaran) serta tercapainya tujuan ekonomi makro, yakni menjaga stabilitas ekonomi  yang dapat diukur dengan kesempatan kerja, kestbilan harga serta neraca pembayaran internasional yang seimbang.
Kebijakan moneter dapat dibedakan menjadi 2, yaitu :

·         Kebijakan Moneter Ekspansif
Kebijakan ini hanya untuk menambahkan jumlah uang edar.

·         Kebijakan Moneter Kontraktif
Kebijakan ini hanya untuk mengurangi jumlah uang edar.
Dengan adanya ketiga elemen diatas diharapkan kegiatan transaksi dapat berjalan lancer dari fungsi uang sampai pada peredaran uang dan mengendalikannya.

Bank adalah sebuah lembaga intermediasi keuangan umumnya didirikan dengan kewenangan untuk menerima simpanan uang, meminjamkan uang, dan menerbitkan promes atau yang dikenal sebagai banknote. Kata bank berasal dari bahasa Italia banca berarti tempat penukaran uang . Sedangkan menurut Undang-undang Negara Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 1998 Tanggal 10 November 1998 tentang perbankan, yang dimaksud dengan bank adalah badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya kepada masyarakat dalam bentuk kredit dan atau bentuk-bentuk lainnya dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat banyak
Industri perbankan telah mengalami perubahan besar dalam beberapa tahun terakhir. Industri ini menjadi lebih kompetitif karena deregulasi peraturan. Saat ini, bank memiliki fleksibilitas pada layanan yang mereka tawarkan, lokasi tempat mereka beroperasi, dan tarif yang mereka bayar untuk simpanan deposan.


2. Teori uang dan motif memegang uang

Teori uang terdiri atas dua teori, yaitu teori uang statis dan teori uang dinamis.
1. Teori uang statis
Teori Uang Statis atau disebut juga "teori kualitatif statis" bertujuan untuk menjawab pertanyaan: apakah sebenarnya uang? Dan mengapa uang itu ada harganya? Mengapa uang itu sampai beredar? Teori ini disebut statis karena tidak mempersoalkan perubahan nilai yang diakibatkan oleh perkembangan ekonomi.
Yang termasuk teori uang statis adalah:
• Teori Metalisme (Intrinsik) oleh KMAPP
Uang bersifat seperti barang, nilainya tidak dibuat-buat, melainkan sama dengan nilai logam yang dijadikan uang itu, contoh: uang emas dan uang perak.
• Teori Konvensi (Perjanjian) oleh Devanzati dan Montanari
Teori ini menyatakan bahwa uang dibentuk atas dasar pemufakatan masyarakat untuk mempermudah pertukaran.
• Teori Nominalisme
Uang diterima berdasarkan nilai daya belinya.
• Teori Negara
Asal mula uang karena negara, apabila negara menetapkan apa yang menjadi alat tukar dan alat bayar maka timbullah uang. Jadi uang bernilai karena adanya kepastian dari negara berupa undang-undang pembayaran yang disahkan.
2. Teori uang dinamis
• Teori Kuantitas dari David Ricardo
Teori ini menyatakan bahwa kuat atau lemahnya nilai uang sangat tergantung pada jumlah uang yang beredar. Apabila jumlah uang berubah menjadi dua kali lipat, maka nilai uang akan menurun menjadi setengah dari semula, dan juga sebaliknya.
• Teori Kuantitas dari Irving Fisher
Teori yang telah dikemukakan David Ricardo disempurnakan lagi oleh Irving Fisher dengan memasukan unsur kecepatan peredaran uang, barang dan jasa sebagai faktor yang mempengaruhi nilai uang.
• Teori Persediaan Kas
Teori ini dilihat dari jumlah uang yang tidak dibelikan barang-barang.
• Teori Ongkos Produksi
Teori ini menyatakan nilai uang dalam peredaran yang berasal dari logam dan uang itu dapat dipandang sebagai barang.

3. Motif Memegang Uang
Manusia memiliki alasan masing-masing dalam memegang uang / duit dalam kehidupan sehari-hari sehingga mereka mau memiliki dan menyimpan uang di rumah, di bank, di dompet, di celengan, dan lain sebagainya.
1. Untuk kebutuhan Transaksi
2. Untuk Berjaga-Jaga
3. Untuk Mendapatkan Keuntungan / Berinvestasi

3. Bank sentral & Bank Umum

Bank Sentral
Bank sentral adalah suatu institusi yang bertanggung jawab untuk menjaga stabilitas harga atau nilai suatu mata uang yang berlaku di negara tersebut, yang dalam hal ini dikenal dengan istilah inflasi atau naiknya harga-harga yang dalam arti lain turunnya suatu nilai uang. Bank Sentral menjaga agar tingkat inflasi terkendali dan selalu berada pada nilai yang serendah mungkin atau pada posisi yang optimal bagi perekonomian (low/zero inflation), dengan mengontrol keseimbangan jumlah uang dan barang. Apabila jumlah uang yang beredar terlalu banyak maka bank sentral dengan menggunakan instrumen dan otoritas yang dimilikinya.
Bank Umum
Bank umum adalah lembaga keuangan uang menawarkan berbagai layanan produk dan jasa kepada masyarakat dengan fungsi seperti menghimpun dana secara langsung dari masyarakat dalam berbagai bentuk, memberi kredit pinjaman kepada masyarakat yang membutuhkan, jual beli valuta asing / valas, menjual jasa asuransi, jasa giro, jasa cek, menerima penitipan barang berharga, dan lain sebagainya.


4. Kebijakan Moneter

Kebijakan Moneter adalah suatu usaha dalam mengendalikan keadaan ekonomi makro agar dapat berjalan sesuai dengan yang diinginkan melalui pengaturan jumlah uang yang beredar dalam perekonomian. Usaha tersebut dilakukan agar terjadi kestabilan harga dan inflasi serta terjadinya peningkatan output keseimbangan.

Pengaturan jumlah uang yang beredar pada masyarakat diatur dengan cara menambah atau mengurangi jumlah uang yang beredar. Kebijakan moneter dapat digolongkan menjadi dua, yaitu :

1. Kebijakan Moneter Ekspansif / Monetary Expansive Policy
Adalah suatu kebijakan dalam rangka menambah jumlah uang yang edar

2. Kebijakan Moneter Kontraktif / Monetary Contractive Policy
Adalah suatu kebijakan dalam rangka mengurangi jumlah uang yang edar. Disebut juga dengan kebijakan uang ketat (tight money policu)
Kebijakan moneter dapat dilakukan dengan menjalankan instrumen kebijakan moneter, yaitu antara lain :

1. Operasi Pasar Terbuka (Open Market Operation) Operasi pasar terbuka adalah cara mengendalikan uang yang beredar dengan menjual atau membeli surat berharga pemerintah (government securities). Jika ingin menambah jumlah uang beredar, pemerintah akan membeli surat berharga pemerintah. Namun, bila ingin jumlah uang yang beredar berkurang, maka pemerintah akan menjual surat berharga pemerintah kepada masyarakat. Surat berharga pemerintah antara lain diantaranya adalah SBI atau singkatan dari Sertifikat Bank Indonesia dan SBPU atau singkatan atas Surat Berharga Pasar Uang.

2. Fasilitas Diskonto (Discount Rate) Fasilitas diskonto adalah pengaturan jumlah duit yang beredar dengan memainkan tingkat bunga bank sentral pada bank umum. Bank umum terkadang mengalami kekurangan uang sehingga harus meminjam ke bank sentral. Untuk membuat jumlah uang bertambah, pemerintah menurunkan tingkat bunga bank sentral, serta sebaliknya menaikkan tingkat bunga demi membuat uang yang beredar berkurang.

3. Rasio Cadangan Wajib (Reserve Requirement Ratio) Rasio cadangan wajib adalah mengatur jumlah uang yang beredar dengan memainkan jumlah dana cadangan perbankan yang harus disimpan pada pemerintah. Untuk menambah jumlah uang, pemerintah menurunkan rasio cadangan wajib. Untuk menurunkan jumlah uang beredar, pemerintah menaikkan rasio.

4. Himbauan Moral (Moral Persuasion) Himbauan moral adalah kebijakan moneter untuk mengatur jumlah uang beredar dengan jalan memberi imbauan kepada pelaku ekonomi. Contohnya seperti menghimbau perbankan pemberi kredit untuk berhati-hati dalam mengeluarkan kredit untuk mengurangi jumlah uang beredar dan menghimbau agar bank meminjam uang lebih ke bank sentral untuk memperbanyak jumlah uang beredar pada perekonomian.

SUMBER :

http://bagasirawanganteng.blogspot.com/2011/05/uang-bank-dan-penciptaan-uang.html

http://andriyanmuhammad.blogspot.com/2012/07/pertemuan-ke-13-uang-bank-dan.html